Magna vis Fidelitatis

Vito.id–TNI AU mengklarifikasi kaligrafi yang tertempel di tembok luar Masjid Al-Robithoh di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, yang disebut ada yang mirip salib.

Persoalan ini awalnya viral di media sosial itu bermula dari postingan Mustofa Nahrawardaya melalui akun @NetizenTofa, Minggu, 22 April 2018. Mustofa mengusulkan agar ada penggantian dari nama Al-Rabithoh ke Ar-Rabitha, karena tidak ada huruf vokal ‘O’ dalam bahasa Arab.

“Min @_TNIAU mohon kiranya agar logo mirip salib, dihilangkan.Tidak Pantas. Ini adalah Masjid di Kompleks Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Mumpung belum diresmikan, tks,” kata Mustofa dalam cuitannya yang di-mention ke akun resmi TNI AU.

TNI AU, keesokan harinya melalui akun resminya @_TNIAU mengatakan, jika kaligrafi yang disebut mirip salib sebenarnya adalah menara.

“Terima kasih, kaligrafi tsb membentuk bangunan masjid dan menaranya, dimana garis mendatar tsb maksudnya alas kubah menara. Airmin yakin Allah Maha Mengetahui niat baik umatNya. Kalau hal spt ini jd masalah, niscaya Masjid Istiqlal tdk akan berdiri krn arsiteknya non-muslim,” kata TNI AU.

Kemudian, untuk menghindari kesalahan tafsir, kaligrafi di Masjid Al-Robithoh Bandara Abdulrachman Saleh Malang pun dicopot. Desain kaligrafi rencananya akan diperbaiki.

Kontroversi simbol mirip salib bukan kali ini saja. Tahun 2017 lalu, Masjid Raya pertama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 16 April 2017.

Masjid dengan luas 2,4 hektare dengan luas kawasan 17 hektare ini sudah rampung dikerjakan pada akhir Maret lalu, dan sudah melalui tahap finishing pada awal April.

Menjelang diresmikan, ternyata sejumlah bagian masjid tersebut saat ini ramai dibicarakan netizen di media sosial.

Hal itu bermula saat sejumlah netizen mengunggah beberapa gambar yang disebut penampakan Masjid Raya Jakarta, mulai dari pintu bentuk bangunan. Dalam gambar tersebut tertulis “Masjid Raya Daan Mogot”.

Di bawahnya disebutkan beberapa poin di antaranya bentuk bangunan dan pintu yang dianggap menyerupai simbol salib. Ada juga gambar bagian depan masjid yang dianggap sebagai ‘bintang david’. Postingan itupun cukup banyak dibagikan dengan keterangan bernada sindiran. Postingan itu menimbulkan kontroversi di antara warganet.

Makna Salib bagi pengikut Kristus

Melihat salib, kesan yang muncul adalah kematian. Itu bahkan muncul sejak abad ke-6 SM hingga abad ke-4 setelah masehi. Salib merupakan metode eksekusi yang mengakibatkan kematian dengan cara kejam dan sangat menyakitkan. Ketika disalib, korban itu diikat atau dipaku ke kayu salib dan dibiarkan tergantung disana sampai mati.

Namun, kematian Kristus di atas salib menjadikan makna salib berbeda. Salib bagi kita adalah pertemuan antara kasih Allah dan keadilan Allah. Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapuskan dosa dunia (Yohanes 1:29).

Bagi kita, Yesus Kristus disalib untuk menebus jiwa manusia, dan melalui Dia yang disalib, manusia yang berdosa digantikan atau ditebus dari penghukuman, sehingga semua dosa yang telah dilakukan digantikan melalui pengorbanan-Nya.

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. (Galatia 3:13-14)

Karena pengorbanan penebusan Yesus di kayu salib, semua yang beriman dan percaya pada-Nya saja bagi keselamatan dijamin kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Akan tetapi, Yesus juga memanggil pengikut-Nya untuk menyangkal diri mereka, menanggung salib pribadi mereka sendiri dan mengikuti Dia (Matius 16:24).

Salib bagi kita adalah tanda kemenangan. Bahwa kita telah dibebaskan dari dosa asal karena kematian Yesus di salib, menebus dosa-dosa kita. Karena itu, setiap orang Kristiani dipanggil untuk memeluk salibnya dengan taat dan kesetiaan yang utuh.

Salib bukan simbol belaka, bukan pula tanda kematian (palang kubur), tetapi suatu tanda kemenangan. Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *