Gua Maria

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Doa¬†Rosario, dalam tradisi Gereja Katolik memiliki peran khusus. Doa Rosario merupakan devosi kepada Kristus melalui Bunda Maria. Banyak pengalaman juga menceritakan bagaimana dahsyat dan bermanfaatnya berdoa Rosario.

Doa Rosario bersifat injili, berpusat pada Kristus, dimana kedua puluh Peristiwa di dalamnya mencerminkan kehidupan Yesus Kristus.

Terkadang, doa Rosario kerap menjadi rutinitas dan dihayati biasa-biasa saja. Doa di lingkungan misalnya, hanya sekedar hadir.

Belajar dari Paus Yohanes Paulus II, doa Rosario seharusnya menjadi makanan setiap hari. Mendiang paus bahkan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dekat dengan Bunda Maria.

Ia merupakan sosok yang dekat dengan Bunda Maria melalui doa Rosario setiap hari. Setelah makan siang, Paus yang bernama asli Karol Wotyla ini dengan tekun dan penuh cinta merenungkan misteri Rosario di kebun Vatikan.

Empat cara berikut ini kiranya bisa membantu kita agar tak pernah bosan berdoa Rosario setiap hari:

1. Rosario sambil jalan

Sebenarnya tak perlu menunggu perarakan patung Bunda Maria mempraktekan doa Rosario sambil berjalan. Kita juga bisa melakukannya saat doa di lingkungan masing-masing.

Beberapa seminaris atau suster di komunitas hidup religius biasanya mempraktekan doa Rosario di jalan. Doa Rosario dilakukan sambil jalan mengelilingi biara atau tempat yang sesuai.

2. Kutip perikop kitab suci

Perlu diketahui, sebagaimana pengantar di atas, doa Rosario merupakan peristiwa Injili dan berpusat pada Kristus. Dukutip dari Wikipedia.org,¬†doa Rosario adalah “ringkasan Injil”, karena di dalamnya dirangkai dan direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil; mulai kisah-kisah sekitar inkarnasi sampai dengan kebangkitan dan kenaikan Tuhan.

Dengan ditambahkannya satu rangkaian peristiwa baru, yakni peristiwa terang, doa Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh.

Kini renungan Rosario mencakup: peristiwa-peristiwa sekitar inkarnasi dan masa kecil Yesus (peristiwa-peristiwa gembira), peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum (peristiwa-peristiwa terang), peristiwa-peristiwa sekitar sengsara-Nya (peristiwa-peristiwa sedih), dan kenangan akan kebangkitan-Nya (peristiwa-peristiwa mulia).

Setelah menyerukan suatu peristiwa Rosario, ambilah perikop kitab suci yang berkaitan peristiwa yang direnungi. Hal ini tentu dipersiapkan lebih dahulu sebelum berdoa Rosario. Misalnya, saat merenungkan peristiwa gembira yang pertama: Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38), ambilah satu ayat dari Luk 1: 26-38.

3. Variasi dengan ragam bahasa

Jika komunitas atau lingkungan kita berasal dari suku yang beragam, ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengenal dan mempelajari bahasa masing-masing. Setidaknya belajar doa dalam bahasa masing-masing.

Hal ini tentu disepakati bersama dan membutuhkan proses belajar untuk menghafal doa dengan bahasa yang berbeda.

4. Selingi lagu pop dan lagu daerah

Ini juga membantu kita untuk lebih semangat dalam berdoa Rosario di lingkungan. Selain lagu-lagu Maria yang biasa dilantunkan, lagu rohani bergenre pop dan berbahasa daerah (asal sesuai) juga bisa kita lantunkan saat doa Rosario.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *