Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Teks-teks Kitab Suci, beberapa di antaranya memiliki efek lucu meski itu bukanlah lelucon. Terdapat momen dimana kita menemukan percakapan yang kadang kita dibuat tertawa olehnya.

Yesus juga suka memercikkan percakapannya dengan ekspresi warna-warni (misalnya, mutiara sebelum babi) dan perumpamaan (misalnya, unta yang melewati mata jarum). Ini bukan mengajak anda untuk sekedar tertawa, tetapi untuk memahami kitab suci dan mengilhaminya.

Berikut beberapa kutipan yang bagus:

1. Dapat kiriman pizza dari orang Samaria yang murah hati?

Seseorang dapat benar-benar berakhir dengan tertawa terbahak-bahak ketika membaca percakapan Yesu dan Para Rasul yang diutulis penginjil Yohanes. Para Rasul kembali dengan membawa makanan bagi Yesus dan benar-benar salah memahami apa yang dia katakan:

Mereka pergi ke luar kota dan mendatanginya. Sementara itu, para murid mendesaknya, “Rabi, makanlah.”

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”

Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?” (Yohanes 4: 30-33).

3. Hei, itu Musa, dan Elia! Aku tahu! Ayo kita semua berkemah!

Apa yang kita pikirkan saat mengalami momen transfigurasi (perubahan rupa) Yesus seperti yang dialami Petrus? Seperti pikiran manusia pada umumnya, Petrus spontan terpikir untuk mendirikan kemah atau tenda.

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka, Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” (Matius 17: 1-9).

3. Terlalu ramai di sana, mari kita menurunkan saudara ini melalui lubang di atap

Mungkin bagian ini menyampaikan keinginan Yesus untuk para pengikutnya untuk berusaha keras untuk mengenalnya, bahkan sampai terlihat konyol. Bagaimanapun, itu adalah pemikiran yang cukup lucu: Yesus datang kembali ke kota dan seluruh kota ada di sana mendengarkan dia berkhotbah. Tapi apa yang turun dari langit-langit?

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2: 1-5).

Sumber: Aletetia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *