Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Namaku Bayu. Anakku dua. Mereka malaikat-malaikatku. Isteriku aku sayangi. Pagi itu seingatku aku bertugas di Gerejaku. Sepeda motor tiba tiba datang nyelonong. Kutahan dengan sekuat tenaga.

Dan, kini aku tercenung. Aku melihat kehancuran. Aku pulang, isteriku dan keluargaku menangis. Ada doa arwah di rumahku.

Tiba tiba Yesus datang menepuk bahuku. “Bayu. Well done. Aku tahu semuanya, cintamu, kepedulianmu, imanmu.”

Aku lantas dipeluknya. Tak terasa air mataku menetes deras di jubah-Nya. “Apa yang terjadi Tuhan?”

“Tidak berguna lagi mengisahkan keburukan dan kejahatan, untuk orang yang penuh cinta kayak kamu, Bayu!” Yesus tersenyum lembut.

“Apakah aku harus berpisah dengan anak-anakku yang lucu-lucu, keluargaku? Oh…” Aku berlinangan air mata.

Terlihat mata Tuhan juga berkaca kaca. Beberapa tetes diantaranya telah jatuh, sambil tersenyum Yesus memandangiku.

“Bayu, kamu akan tahu bahwa cinta tidak kenal berpisah. Kamu akan tetap bersama mereka yang kamu cintai. Aku juga bersama mereka setiap hari, setiap saat. Sebab Aku mencintai mereka; dan mereka mencintai-Ku juga.”

“Tuhan, bagaimana dengan orang-orang yang mengebom Surabaya tadi? Aku sedih pilu bercampur marah kepada mereka.”

“Mereka telah memilih kegelapan, seperti yang kusampaikan dalam Injil dan kitab kitab kehidupan lainnya, juga Kusampaikan dalam hati nuraninya. Aku sudah memperingatkan mereka untuk belajar dan mendengarkan kitab sucinya dg baik, mendengarkan hati nuraninya, agar tidak mendengarkan ceramah yang salah … tetapi mereka lebih memilih kegelapan. Hati mereka tertutup sama sekali. Aku yakinkan mereka untuk mencintai, tetapi mereka malah merakit bom dan mencelakakan dirinya dan orang lain.”

“Apakah mereka naik ke surga dan disambut bidadari-bidadari?”

“Ah, sudahlah … tak usah membicarakan mereka lagi. Tidak ada satu pun bidadari simpatik dg orang yang bawa bom … itu keyakinan salah. Mudah dinalar kan.Tetapi kamu, Bayu, jangan bersedih … sebab dimana Aku berada kamu juga bersama Aku. Anak-anak dan keluarga-Mu akan selalu bersama Aku.”

Aku memandang wajah Tuhan-ku dan Dia dengan penuh haru kembali memelukku. Aku Bayu masih terus dipeluk oleh Yesus-ku, pelukan yang datangnya tak kusangka sangka. Dan tangisku pun berlanjut. Sebab, pelukan-Nya adalah Cinta itu sendiri. Aku telah bersama Sang Cinta.

#PelukanSangCintabagiBayu. Selamat jalan Bayu. Kamu kini menjadi malaikat Sang Cinta.

Catatan: Redaksi VITO.ID mempublikasikan kiriman surat dari Romo Benny Phang O Carm, Romo yang berasal dari Surabaya yang bertugas dan berkarya di Roma Italia.

Comments

  1. Slmt jalan mas bayu… Semua ini rahasia Tuhan pencipta mu utk Mu bersukacitalah bersama bapa dihidup keabadian disurga

  2. RIP Bayu,segala amal dan baktimu akan dikenang sebagai ajaran cinta kasih,semoga bahagia bersama Bapa di Surga.amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *