Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa memulai proses beatifikasi seorang imam dan tiga diakon yang dibunuh pada tahun 2007 di Mosul, Irak.

Pada tanggal 3 Juni 2007, Pastor Ragheed Ganni dan tiga diakon yakni Basman Yousef Daud, Wahid Hanna Isho dan Gassan Isam Bidawid dieksekusi dengan kejam setelah perayaan Misa di Gereja Chaldean Roh Kudus di Mosul. Mayat mereka ditemukan kemudian hari.

Dilansir Aleteia.org, Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa mengesahkan pembukaan fase keuskupan beatifikasi mereka, dengan sepucuk surat dari Kardinal Angelo Amato.

Proses ini akan menyelidiki dan menentukan apakah keempatnya itu mati syahid atau mati karena membela iman mereka. Sementara komunitas Kristen Irak sendiri sudah mengganggap mereka demikian.

Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa (Congregatio de Causis Sanctorum) adalah kongregasi Kuria Romawiyang mengawai proses rumit yang mengarah pada kanonisasi para orang suci, melewati tahap-tahap pernyataan “kebajikan heroik” dan beatifikasi.

Setelah menyiapkan berkasnya, termasuk diterimanya keajaiban-keajaiban yang berhubungan dengannya, berkas ini kemudian diajukan ke Sri Paus, yang akan memutuskan apakah berkas ini dilanjutkan ke tahapan beatifikasi/kanonisasi atau tidak.

Kota Mosul sendiri hancur lebur setelah invasi AS pada tahun 2003, namun diduduki oleh organisasi teroris Negara Islam atau ISIS antara 2014 dan 2017. Kristen melarikan diri dari Mosul, yang tetap bagi mereka kota yang sangat berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *