Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Ratusan siswa SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka dan umat Paroki St. Yosep Riangkemie, Keuskupan Larantuka menggelar aksi seribu lilin, Sabtu, 19 Mei 2018 malam.

Acara penyalaan seribu Lilin adalah sebagai bentuk kepedulian sosial atas peristiwa kemanusiaan (terorisme) bom gereja Surabaya, Mako Brimob, serta peristiwa teror lainnya yang terjadi di nusantara ini.

Aksi ini dikemas dalam tema “Seribu Lilin, Solidaritas Doa untuk Surabaya dan Nusantara-Ku”, berlangsung di halaman Gereja Paroki St. Yosep Riangkemie dimulai sejak pukul 18.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini sebagai satu rangkaian kegiatan “live in” SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka di Paroki St. Yosep Riangkemie sejak Rabu hingga Minggu, 20 Mei 2018.

Acara dihadiri juga oleh Pastor Paroki St. Yosep Riangkemie, Romo Donatus Selindang Kolin, Pr; Kepala Sekolah SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka Romo Martinus Kapitan Sogen, Pr; Kepala Desa Riangkemie dan Kepala Desa Lewohala; tokoh Adat dan tokoh Pemuda.

“Anak-anak SMA melihat tragedi bom sebagai ancaman terhadap NKRI. Mereka juga prihatin dengan terlibatnya anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri dan turut berduka cita bagi anak-anak yang menjadi korban,” kata Karolus B Larantuka, staff pengajar SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka kepada VITO.ID.

Menurut alumnus Ilmu Hukum Unika Atma Jaya Yogyakarta ini, teror bom yang terjadi belakangan ini merupakan peristiwa kemanusiaan yang juga mengancam generasi muda jatuh ke dalam radikalisme dan terorisme.

Karolus mengatakan, selama acara berlangsung, disampaikan pula pernyataan sikap oleh masing-masing perwakilan.

Adapun isi ringkas pernyataan sikap tersebut adalah: pertama, mengutuk keras semua tindakan kekerasan, radikalisme dan teror; kedua, mendorong dan mendukung pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut dan memberantas terorisme dari bumi nusantara NKRI.

Selama kegiatan lilin tetap dinyalakan sebagai solidaritas atas korban dan juga doa buat pelaku untuk bertobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *