Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Paus Fransiskus menandai perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus (Trinitas) dengan menekankan kasih dan perhatian personal Tuhan kepada anak-anak-Nya. Paus Fransiskus mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah jauh, tetapi Ia adalah Bapa yang penuh perhatian dan pengasih bagi semua orang.

“Tuhan tidak ingin begitu banyak mengungkapkan kepada kita bahwa Dia ada, melainkan bahwa dia adalah ‘Tuhan bersama kita’. Bahwa Dia mencintai kita, tertarik pada kisah pribadi kita dan peduli untuk setiap orang, dari yang terkecil hingga yang terbesar,” kata Paus Fransiskus di depan 25.000 peziarah yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Minggu, 27 Mei 2018, seperti dilansir Catholicnewsagency.

“Meskipun Tuhan ada di surga, namun Dia juga ada di bumi. Kita tidak percaya pada Keberadaan (Tuhan) yang jauh dan acuh tak acuh,” imbuhnya.

“Sebaliknya, dalam cinta yang menciptakan alam semesta dan menghasilkan manusia, menjadi daging, mati dan bangkit bagi kita, dan ketika Roh Kudus mengubah segalanya dan membawanya ke kepenuhan,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus merefleksikan pembacaan dari Surat Paulus kepada jemaat di Roma, serta pembacaan dari Injil Matius

Pesta Trinitas, kata Bapa Suci bukan hanya undangan untuk merenungkan dan memuji Yesus Kristus, tetapi ini juga merupakan kesempatan untuk merayakan “dengan keajaiban baru akan Tuhan cinta, yang dengan bebas menawarkan hidupnya kepada kita dan meminta kita untuk menyebarkannya di dunia. ”

Dia kemudian beralih ke pembacaan kedua dari Surat St. Paulus kepada jemaat di Roma, di mana rasul berbicara tentang orang Kristiani adalah anak-anak Allah, dan mampu memanggilnya “Abba” yang berarti “Ayah.”

St. Paulus, kata paus, mengalami langsung transformasi mendalam dari cinta Tuhan, yang memungkinkan kita untuk tidak hanya memanggilnya “Abba” tetapi lebih pribadi, “Ayah,” dan yang memberi kita kemampuan untuk memanggil Dia dengan keyakinan total seorang anak yang meninggalkan dirinya dari pelukan orang yang memberi mereka hidup.

Melalui tindakannya kepada setiap orang, kata Paus Fransiskus, Roh Kudus membuat Yesus Kristus tidak direduksi menjadi seseorang di masa lalu, tetapi kita merasa dekat dengan-Nya, masa kini kita. Dan bahwa kita mengalami sukacita sebagai anak-anak Allah yang terkasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *