Magna vis Fidelitatis

VITO.ID--Menjadi single parent atau orang tua tunggal itu sulit, tetapi mengingat hal ini akan membantu Anda terus menghadapi tantangan. Anda mengerjakan segala sesuatu ‘serba sendiri’ tidak seperti pasangan lengkap. Tidak ada hari libur. Bahkan tidak memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri. Meski demikian, orang lain tidak memiliki keistimewaan itu.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengemukakan, hampir sepertiga rumah tangga di negeri Paman Sam itu dijalankan oleh orang tua tunggal. Ini tidak ideal, tetapi terkadang seseorang menemukan dirinya dalam situasi seperti itu dan harus menghadapi tantangan. Menjadi orang tua adalah tugas yang cukup menantang bahkan dengan pasangan yang berkomitmen. Jadi seberapa sulitkah itu untuk satu orang?

Kita tentu mengagumi orang tua tunggal karena kesetiaan mereka yang tidak kenal lelah mengasuh anak-anak mereka. Seperti halnya mengasuh anak-anak, ada pengorbanan besar yang terlibat, dan hari-hari di mana rasanya mungkin itu kadang tidak sepadan dengan usaha, atau bahwa Anda gagal membesarkan anak yang bahagia dan sukses. Untuk hari-hari yang berat yang Anda lewati, berikut ini beberapa dorongan untuk orang tua tunggal:

1. Tak perlu ikut pasangan lengkap

Anak-anak Anda tidak tak perlu mengikuti semua kegiatan yang bisa membuat anda kesulitan dalam biaya. Dengan dua orang tua, lebih mudah untuk membayar dan menghadiri semua kegiatan ekstra ini.

Kegiatannya mungkin penting, tapi anak-anak baik-baik saja tanpa mereka. Jangan menyalahkan diri sendiri yang pada akhirny tidak sepenting yang orang pikirkan. Yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan anak-anak adalah orang tua yang mencintai mereka dan selalu ada untuk mereka.

2. Anak-anak Anda tidak hancur

Keluarga dengan orang tua tunggal sebenarnya memiliki tantangan unik: Ia akan memiliki anak-anak tangguh di kemudian hari. Ya, tidak memiliki ibu atau ayah di sekitar adalah sebuah kerugian, itu tidak dapat disangkal. Anak-anak menyesuaikan diri, jadi tetaplah positif.

Jujurlah dengan anak-anak tentang keadaan keluarga Anda. Tantangan adalah berkat dalam keluarga Anda di kemudian hari.

3. Tuhan akan membantumu

Tuhan mengasihi keluarga dan ingin keluarga Anda sukses. Dia ingin Anda menjadi orang tua anak ini dan hanya Anda yang bisa melakukannya. Hidup ini penuh dengan kejutan, tetapi setiap langkah dari cara spiritualitas yang kuat akan menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan. Jadikan iman sebagai bagian sentral dari kehidupan Anda bersama sebagai sebuah keluarga.

4. Biarkan yang lain membantu

Anda juga harus tetap membiarkan diri anda mau dibantu orang lain. Jangan pernah bilang jika Anda itu kuat dan bisa melakukannya senditi. Jikapun tanpa pasangan, Anda masih memiliki orang tua (kakek dan nenek anak-anak Anda), sahabat hingga kerabat lainnya.

Mereka adalah dukungan emosional dan sumber stabilitas. Begitu juga teman baik. Kehadiran mereka tidak ternilai harganya dan bahkan sesekali membantu jika anda perlu menyendiri dan melakukan kegiatan pribadi tanpa diganggung anak-anak.

5. Temukan sisi baiknya

Kegembiraan terbesar menjadi orangtua adalah bahwa, tidak peduli apa pun yang terjadi dalam hidup Anda, namun anda memiliki anak-anak yang peduli dengan Anda. Dan ingatlah bahwa anak-anak biasanya terpengaruh dengan suasana hati Anda. Ketika Anda memiliki sikap positif, mereka juga akan memiliki sikap positif.

6. Anda siap menghadapi tantangan ini

Anda tentu memiliki pola asuh yang sama dan tetap setiap harinya. Apapun kesulitan, Anda harus tetap lebih sabar dan tetap memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Katakan bahwa anda itu lebih hebat dan lebih bisa meski anda mengerjakan segala sesuatu oleh diri Anda sendiri.

Tantangan, apapun itu akan membawa dampak yang baik saat kita belajar dari kesalahan kita. Tugas Anda adalah memberikan yang terbaik untuk menyayangi dan merawat anak-anak Anda. Itu adalah berkah.

Anda mungkin lelah dengan kesibukan yang sama setiap hari, tetapi Anda lebih dari mampu untuk menghadapi tantangan yang menghampiri Anda. Dan ingat, kami semua yang tahu pengorbanan dan kerja keras bagaimana menjadi orang tua, mengagumi Anda lebih dari yang Anda ketahui.

Catatan: Artikel ini disadur dari Aleteia.org diterjemahkan secara bebas sesuai kebudayaan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *