Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Seorang pengusaha Kristen kaya raya dari India membangun sebuah masjid megah untuk ratusan pekerja Muslim menjelang Ramzan di Arab Saudi. Saji Cheriyan (49), yang berasal dari Kerala’s Kayamkulam, membangun masjid untuk pekerja muslim yang tinggal di penginapan karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan di Fujairah.

Dia akan menyebut masjid itu sebagai Maria, Bunda Yesus (Mariam, Umm Eisa), demikian ditulis Times India.

Cheriyan mengatakan ia memutuskan untuk membangun masjid setelah ia melihat para pekerja mengambil taksi untuk pergi ke masjid terdekat.

“Mereka harus menghabiskan setidaknya 20 dirham untuk pergi ke kota Fujairah atau kawasan industri lain untuk menghadiri doa Juma di masjid. Jadi, saya pikir itu akan membuat mereka bahagia jika saya membangun sebuah masjid di sini di samping akomodasi mereka,” katanya.

Masjid ini terletak di kompleks Real Estat East Ville di Al Hayl, sebuah kawasan industri. Masjid ini dapat menampung 250 jamaah.
Di depan masjid juga dibangun fasilitas untuk menampung 700 jemaah lainnya.

Awalnya rumah ibadah yang terletak di Distrik Al Mushrif, Abu Dhabi bernama Masjid Shaikh Mohammad Bin Zayed. Namun, sejak Rabu, 14 Juni 2017, bertepatan dengan hari ke-19 ramadan, namanya berubah menjadi Maria Bunda Yesus.

Perubahan nama tersebut dilakukan atas permintaan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Deputi Komandan Angkatan Militer Uni Emirat Arab, Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan.

Ada tujuan mulia di balik pergantian nama tersebut, yakni untuk mengeratkan hubungan kemanusiaan antar-pemeluk agama.

“Inisiatif tersebut memberi teladan yang mencerahkan, sekaligus mencerminkan keindahan toleransi, di mana antar-umat beragama hidup saling berdampingan di Uni Emirat Arab,” kata Menteri Toleransi UEA, Shaikha Lubna Al Qasim.

Mohammad Mattar Al Kaabi, Kepala Badan Urusan Islam dan Wakaf juga menyambut baik inisiatif itu. Ia mengatakan, sejak era kekuasaan Emir Zayed Bin Sultan Al Nahyan, toleransi terus terjaga.

Para pemeluk keyakinan yang berbeda-beda pun hidup rukun dan damai. “Ini didasarkan pada keadilan dan persaudaraan di antara semua orang yang tinggal di Uni Emirat Arab,” kata Al Kaabi.

Masjid Mariam, Umm Eisa hanya berjarak beberapa langkah dari Gereja Anglikan St Andrews.

Pastor senior gereja tersebut, Andrew Thompson menyambut baik upaya untuk memupuk toleransi tersebut. “Kita merayakan persamaan yang ada di antara dua keyakinan,” kata Thompson.

“Maria, Bunda Yesus, adalah sosok suci yang istimewa. Ia adalah simbol ketaatan pada Tuhan,” katanya.

Thompson berharap, kesepahaman antar-umat beragama di Uni Emirat Arab, khususnya Muslim dan Kristen kian meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *