VITO.ID– Paus Benediktus XVI, dalam sebuah kesempatan mengatakan iman Kristen yang otentik ditunjukkan melalui tindakan konkret seperti karya karitatif. Kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya evangelisasi baru Gereja Katolik.

Salah satu komunitas awam Katolik yang memiliki komitmen pada orang-orang yang terpinggirkan adalah Komunitas Sant’Egidio. Komunitas ini didirikan di Roma, Italia pada tanggal 7 Februari 1968. Komunitas Sant’Egidio adalah komunitas nonstruktural. Komunitas ini pertama kali dipimpin oleh Andrea Riccardi.

Dalam perjalanan waktu, Komunitas Sant’Egidio tersebar di berbagai Negara termasuk Indonesia. Di Indonesia, komunitas ini hadir di 15 kota termasuk Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Komunitas Sant’Egidio hadir di Atambua pada tahun 2002, yang dirintis oleh beberapa anak muda dibawah koordinasi Matilde Niis Seran. Kehadiran komunitas ini mendapat respons positif dari masyarakat sehingga keanggotaannya terus bertambah.

Sampai saat ini anggota komunitas Sant’Egidio wilayah Atamba berjumlah 60 orang yang terdiri dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Ada dua kegiatan utama dari komunitas Sant’Egidio yaitu doa dan pelayanan karitatif.

Doa yang berpuncak pada perayaan Ekaristi adalah sumber kekuatan untuk melakukan pelayanan kharitatif. Kitab suci dijadikan sumber refleksi dan referensi dalam melakukan peyanan kharitatif.

Liana Jaga adalah salah satu anggota aktif dari Komunitas Sant’Egidio Atambua. Ketika Vito.id menanyakan alasannya bergabung dalam komunitas Saint’Egidio, Liana mempunyai alasan spesifik yakni ingin berbagi dengan sesama.

Memang benar selama bergabung dengan komunitas, ia sudah melakukan banyak hal karitatif terutama kepada sekolah damai dan mereka yang terpinggirkan. Bentuk pelayanan yang diberikan berupa berbagai cerita, memberi penghiburan dan sedikit sumbangan material. Menariknya komunitas ini memberi dari saku pribadi.

Sesekali mereka mencari dana melalului kegiatan-kegiatan kreatif tetapi yang lebih sering diilakukan adalah partisipasi dari setiap anggota.

Komunitas Sant’Egidio Atambua mengadakan doa bersama dua kali seminggu dan dua kali sebulan melakukan pelayanan karitatif. Mereka berdoa dan merenungkan Kitab Suci. Pelayanan karitatif yang mereka lakukan merupakan aplikasi praktis dari isi Kitab Suci yang mereka merenungkan setiap minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *