Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Dalam sebuah surat baru yang ditujukan kepada umat Katolik Chili, Paus Fransiskus mengatakan dirinya malu atas lambannya respon para uskup di Chili terkait kasus pelecehan seksual imam yang terjadi antara 1980 sampai 1990-an.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada korban untuk “ketekunan” mereka, karena tanpa itu, proses pembersihan tidak akan terjadi.

Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa menyingkirkan uskup yang gagal bertindak tidak dengan sendirinya, diperlukan transformasi, karena semua orang perlu dilibatkan.

“Seluruh proses revisi dan pemurnian yang kami jalani dimungkinkan berkat upaya dan ketekunan orang-orang konkret, yang bahkan menentang semua harapan atau mendiskreditkan, tidak lelah dalam mengejar kebenaran. Maksud saya, korban pelecehan seksual, kekuasaan, otoritas, dan mereka yang pada saat itu memercayai mereka dan menemani mereka,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir Cruxnow.com.

Baca: 34 Uskup Chile Undur Diri, Menyerahkan Keputusan kepada Paus Fransiskus

Pernyataan Bapa Suci dinyatakan dalam surat yang dibacakan oleh sekretaris jenderal konferensi uskup Chili, Uskup Fernando Ramos dan Uskup Juan Ignacio González, Kamis, 31 Mei 2018, setelah 34 uskup Chili mengundurkan diri karena menilai lamban terhadap tuduhan pelecehan besar-besaran di keuskupannya sendiri.

“(Ini adalah) korban yang jeritannya mencapai surga,” tulis Paus Fransiskus. “Saya ingin, sekali lagi, secara terbuka berterima kasih kepada mereka atas keberanian dan ketekunan dari mereka semua.”

Dia juga mengakui bahwa Gereja Katolik membutuhkan bantuan eksternal untuk mengatasi masalah kekerasan seksual imam.

“Mari kita biarkan diri kita dibantu, dan mari kita membantu untuk menghasilkan masyarakat di mana budaya pelecehan tidak menemukan ruang untuk mengabadikan dirinya,” kata Paus asal Argentina ini.

Baca: Minta Uskup Lepaskan Jabatan, Sinyal Paus Fransiskus Undur Diri?

Dia mendesak setiap orang Kristen untuk bersatu untuk mempromosikan “dengan kejernihan, dan strategis, budaya perawatan dan perlindungan. ”

Menurutnya, salah satu kelemahan dan kelalaian utama Gereja adalah adalah tidak tahu cara mendengarkan korban.

“Untuk alasan ini, kesimpulan parsial dibangun, kurang unsur-unsur penting untuk penegasan yang sehat dan lebih jelas,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *