Abigail, wanita cantik dalam Alkitab, Foto: Geogle.co.id

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Alkitab Perjanjian Lama (PL) banyak menyebutkan pribadi dengan menceritakan karakter mereka masing-masing. Sebenarnya ada ratusan wanita dalam PL, namun yang disebutkan hanyalah mereka yang memiliki reputasi karena kedekatannya dengan tokoh sentral dalam PL.

Pada zamannya, wanita ini tak hanya populer karena kecantikan mereka, tetapi sifat mereka yang menawan. Maka tak heran wanita ini bahkan menjadi istri raja.

Dilansir dari Rubrik Kristen, berikut ini 10 wanita cantik dalam Perjanjian Lama (tidak dibahas tiga anak Nabi Ayub yang disebutkan sekilas dalam PL yakni Yemima, Kezia, dan Karenapukh):

1. Sara

Ia adalah istri Abraham, nenek moyang Israel. Abraham sendiri mengakui Sara sebagai wanita yang berparas cantik.

Ketika terjadi kelaparan di Tanah Kanaan, Abraham dan istrinya pergi ke Mesir untuk mendapatkan makanan.

Namun demikian, Abraham takut jika orang Mesir akan membunuhnya serta mengambil Sara, maka ia meminta wanita itu agar mengakunya sebagai saudaranya.

“Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: Memang aku tahu bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya..(Kejadian 12:11).

Strategi ini menjebak Abraham sendiri. Karena mengakui Sara sebagai saudarinya, tak ayal Firaun, Raja Mesir pun menginginkan Sara. Namun hal ini tidak terjadi. Disebutkan Abraham dan Sarai berhasil keluar dari Mesir tatkala negeri itu diserang tulah.

2. Ribka

Ribka adalah istri Ishak, anak Sara, seorang wanita dari Aaram-Mesopotamia.

Ribka tak lain adalah mantu Sara. Dua wanita yang sama-sama berparas cantik.

Awalnya Abraham menginginkan seorang anak mantu. Ia mengutus seorang hambanya untuk mencarikan Ishak seoranh istri. Di Mesopotamia, hamba Abraham itu berdoa kepada Allah dan meminta tanda kepada-Nya: jika perempuan yang dimintai tolong mau memberinya minum, maka dialah kiranya yang dikehendaki Tuhan.

Doa hamba tersebut didengarkan Tuhan. Seorang wanita berparas cantik datang menimba air di sumur. Wanita itu ilaah Ribka yang kemudian memberinya minum.

“Anak itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.” (Kejadian 24:15-16).

3. Rahel

Rahel adalah istri Yakub, anak Ribka. Jadi Rahel adalah menantu Ribka.

Menurut Perjanjian Lama, Yakub sangat mencintai Rahel. Ia bahkan rela bekerja selama 14 tahun untuk Laban, ayah Rahel demi mendapatkan gadis itu. Awalnya ia hanya bekerja selama 7 tahun saja, namun karena Laban menipunya, maka ia harus bekerja selama 7 tahun lagi.

Sebenarnya Laban memiliki dua anak perempuan yakni Lea dan adiknya Rahel. Ternyata Yakub lebih menyukai Rahel karena lebih cantik dari kakaknya itu.

“Lea tidak berseri matanya, tapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.” (Kejadian 29:17).

4. Abigail

Wanita ini adalah bekas istri Nabal dan kemudian menjadi istri Daud. Abigail bukan hanya cantik tapi juga bijak.

“Nama orang itu Nabal dan isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.” (1 Samuel 25:3).

5. Batsyeba

Ia adalah istri Uria, orang Het, salah satu prajurit terbaik yang dimiliki Raja Daud. Tapi ‘nafsu’ membuat Daud khilaf, ia kemudian mengambil Batsyeba menjadi istrinya.

Daud mengetahui Batsyeba pertama kali saat wanita itu tengah mandi. Sang raja rupanya jatuh hati karena parasnya yang sangat cantik.

“Lalu Daud menyuruh orang bertanya tantang wanita itu dan berkata: Itu adalah Batsyeba binti Eliam, istri Uria orang Het itu”. (2 Samuel 11:2-3).

Daud rupanya gelap mata karena keelokan Batsyeba. Ia kemudian menempatkan Uria di garis depan pertempuran. Uria tewas dan Daud mengambil Batsyeba sebagai istrinya.

6. Tamar, Anak Daud

Tamar adalah salah satu anak perempuan Daud.

Salah satu anak Daud dari istrinya yang lain yakni Amnon ternyata menyukai Tamar. Hal ini tentu tidak wajar sebab keduanya adalah bersaudara.

“Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai anak perempuan cantik namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya.” (2 Samuel 13:1).

7. Tamar, anak Absalom

Wanita ini disebutkan sangat cantik jelita. “Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik..” (2 Samuel 14:27).

Menariknya, Tamar anak Absalom ini mempunyai nama yang sama dengan saudaranya sendiri, yang juga sama-sama cantik jelita.

8. Abisag

Abisag adalah pelayan Daud di masa tuanya. Meski demikian, Daud tidak mengambilnya sebagai istri atau gundiknya.

Namun demikian latar belakang wanita ini tak jelas disebutkan.

“Maka di seluruh daerah dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatilah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada Raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.” (1 Raja-raja 1:3-4).

Uniknya, kedekatan Abisag dan Daud merupakan hasil syaimbara. Diadakan semacam kontes mencari wanita cantik yang menjadi pelayan Daud. Dari semua gadis Israel yang ikut kontes hanya Abisag yang terpilih.

9. Ratu Wasti

Wasti adalah salah satu wanita cantik yang disebutkan dalam PL. Ia adalah istri Ahasyweros, raja Persia.

Kecantikan Ratu Wasti bahkan diagung-agungkan sang raja. Suatu waktu, ketika Raja Persia mengadakan pesta yang sangat besar bagi pegawai istana da seluruh rakyatnya, ia meminta Ratu Wasti untuk mempertunjukkan kecantikannya di depan pembesar dan rakyatnya.

“Pada hari ketujuh, ketika hati raja sedang gembira karena anggur, ia mengatakan kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta dan Abagta, Zetar dan Karkas, yaitu ketujuh pejabat istana yang melayani Raja Ahasweros, agar membawa Wasti, sang ratu, dengan mengenakan tudung kepala kerajaan, ke hadapan raja, untuk memperlihatkan kecantikannya kepada orang-orang dan para pembesar, sebab dia cantik parasnya. Tetapi Ratu Wasti terus menolak+ untuk datang memenuhi perintah raja yang disampaikan melalui para pejabat istana. Atas hal ini raja menjadi sangat marah dan kemurkaannya berkobar dalam dirinya.” (Ester 1:1-10).

Ternyata permintaan sang raja ditolak Ratu Wasti. Ia kemudian dihukum dengan cara dibuang karena dianggap memalukan suaminya.

Namun demikian, sikap Wasti ini merupakan suatu hal sangat berani pada zaman itu, mengingat kedudukan wanita sangat lemah dibanding pria.

10. Ester

Ia adalah pengganti Ratu Wasti di Kerajaan Persia. Setelah Wasti dibuang, maka diadakan sebuah kontes untuk pencari penggantinya. Setelah melalui seleksi ketat, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru untuk Persia.

Kehadiran Ester sebenarnya jalan Tuhan. Saat mengikuti kontes, ia menyembunyikan asal-usulnyan sebagai orang Yahudi. Melalui Esterlah kemudian Israel selamat dari pembantaian Kerajaan Persia. Berkat kedudukannya sebagai ratu, Ester berhasil menyelamatkan bangsanya dari Persia.

“Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, a anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.” (Ester 2:7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *