Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Paus Fransiskus mengatakan umat ​​Katolik tidak memiliki alasan untuk takut mati, karena Kristus Tuhan memiliki kuasa atas kematian. Sebaliknya, kita harus takut akan dosa, yang mengeras dan membunuh jiwa.

“Yesus adalah Tuhan, dan di hadapan-Nya kematian jasmani seperti tidur: tidak ada alasan untuk putus asa. Suatu hal yang berbeda adalah kematian yang harus ditakuti: bahwa hati yang dikeraskan oleh kejahatan! Dari itu ya, kita harus takut! Ini adalah kematian hati,” kata Paus Fransiskus dalam kotbahnya di Basilika St Petrus, Vatikan, Minggu, 1 Juli 2018.

BacaTinggalkan Biara karena Tidak Taat, Menjadikanmu Orang Sulit di Biara Baru

Bapa Suci menjelaskan bahwa bahkan jika kita jatuh, (Yesus) dengan suara lembut dan kuat mencapai kita: ‘Aku berkata kepadamu: bangunlah.’

Dia menyebut sangat indah untuk mendengar kata-kata Yesus yang ditujukan kepada kita masing-masing: ‘Aku berkata kepadamu: berdiri! Pergi. Berdiri, jadilah pemberani, bangun!’

Selama pidatonya, Paus Fransiskus merefleksikan bagaimana kata-kata yang Yesus dalam Injil Markus. Dalam bagian ini, Yesus melakukan dua penyembuhan ajaib yakni, menyembuhkan wanita yang sakit pendarahan dan anak perempuan dari seorang pejabat sinagoge.

Dalam kedua kasus itu, kata dia, ada pusat yang menghanguskan: iman. “Dan mereka menunjukkan Yesus sebagai sumber kehidupan, sebagai orang yang memberi hidup kembali kepada mereka yang mempercayainya sepenuhnya.”

BacaBergabung dalam Partai Bukan Lagi Identitas Katolik, Kata Paus Fransiskus

Ketika Yesus dan para murid berjalan ke rumah Yairus, mereka menerima pesan bahwa gadis itu telah meninggal. “Kita dapat membayangkan reaksi ayahnya. Tetapi Yesus mengatakan kepadanya: ‘Jangan takut, hanya memiliki iman!” lanjut Paus.

Setiap orang harus berusaha untuk memiliki iman ini, kata Paus. Dan tidak seorang pun boleh merasa bahwa mereka tidak memiliki hak untuk menjangkau Yesus, sama seperti perempuan yang sedang mengalami pendarahan.

Menurut Paus Fransiskus, untuk memiliki akses ke jantung Yesus, hanya ada satu persyaratan: untuk merasa membutuhkan penyembuhan dan untuk mempercayakan diri seseorang kepada-Nya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *