Romelu Lukaku, Si Religius yang Tepati Janji untuk Ibunya, Foto: Google.co.id

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Romelu Lukaku tidak menahan diri ketika bersyukur atas kemenangan tim Belgia atas Panama. Ia berlutut untuk berdoa di samping pemain Panama, Fidel Escobar, seorang Kristen Evangelis.

Di bawah sorotan kamera yang menyebar ke seluruh dunia, kedua pemain mempraktekan cara menerima komuni dengan tangan terulur yang diangkat ke surga, yang juga merupakan gerakan tertua dari doa Kristen.

Romelu Lukaku, Si Religius yang Tepati Janji untuk Ibunya, Foto: Aleteia.org

Lahir di Belgia dari kedua orang tua Katolik asal Kongo, Lukaku tumbuh dalam kemiskinan. Suatu hari, ketika berusia enam tahun, dia menyaksikan ibunya sedang menyiapkan susu yang dicampur air. Lukaku tak dapat menahan kepedihan.

“Kami tidak memiliki cukup uang untuk membuatnya bertahan sepanjang minggu. Kami bangkrut. Bukan hanya miskin, tetapi pecah. Tetapi saya bersumpah kepada Tuhan, saya berjanji pada diri saya hari itu … saya tidak dapat melihat ibu saya hidup seperti itu,” katanya kepada Tribun.

BacaAksi Terpuji Siswa SMA Dorong Gerobak Wanita Pemulung Tua, Awalnya Sederhana

Dari usia yang sangat muda, Lukaku bertumbuh menjadi pemain sepak bola yang cemerlang. Melalui berbagai tahapan, ia menjadi pemain sepak bola profesional. Pada usia 16 tahun, ia menandatangani kontrak profesional dengan klub Belgia bergengsi, Anderlecht.

Sampai sekarang ia bersinar untuk salah satu tim Liga Utama Inggris atas, Manchester United, sambil menjalani imannya dengan semangat. Pada tahun 2014 ia mengadakan ziarah ke Lourdes. Ia juga kerap juga menyilang dirinya (bersujud) ketika berhasil mencetak gol. Selain itu, saat waktu luang, dia sering menghabiskannya untuk doa.

“Romelu sangat religius. Dia selalu berusaha bersyukur kepada Tuhan. Secara total ia berdoa 10 hingga 15 kali sehari, paling sering dalam keheningan. Dia tidak memakai simbol agama apa pun, atau jimat keberuntungan khusus apa pun. Di klub, Romelu berdoa di ruang ganti, di lapangan dan selama sesi latihannya. Romelu tidak pernah lupa berterima kasih kepada keluarganya. Kami memberinya pendidikan Katolik, di mana iman dan keluarga adalah penting,” kata ayahnya, Roger Lukaku, kepada pers Belgia.

Baca4 Pastor Militer yang Terkenal Karena Aksi Heroiknya di Medan Perang

Hal itulah yang juga dilakukannya kala Belgia berhasil menekuk Jepang 3:2 pada Selasa, 3 Juli 2018 dini hari. Lukaku tak berhenti bersyukur dan menyempatkan diri untuk berdoa.

Lukaku juga akan mengandalkan doa dan campur tangan Ilahi saat melawan Brasil di perempat final nanti.

Lebih banyak artikel di Aleteia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *