Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Publik Indonesia sempat heboh setelah ucapan “filsuf” kontroversial Rocky Gerung. Kontroversi yang muncul setelah “parole” Rocky tentang fiksi dan fakta. Hal yang kemudian menyulut debat publik, sebab sebagian pihak mengganggap neo-logisme Rocky melecehkan Kitab Suci.

Menurut budayawan Suwito Tejo, Filsuf itu pejalan sepi menuju kearifan. Kata Rocky, sepi itu bunyi yang bersembunyi.

Pekerjaan filsuf adalah mengadvokasi pikiran publik dalam perenungan sepi juga dalam penghayatan kehidupan keseharian. Selain menjadi perenung aktif, filsuf kekinian harus terlibat dalam advokasi perubahan sosial.

BacaDiculik dan Disiksa Teroris, Uskup Saad Sirop Hanna Tolak Tinggalkan Kristus

Bicara soal filsuf di Indonesia, Rocky Gerung, Frans Magnis Suseno, F Budi Hardiman, A Setyo Wibowo, Driyarkara adalah beberapa nama beken dan populer.

Namun, publik perlu tahu bahwa ada filsuf asal Flores yang kiprahnya cukup berpengaruh dalam diskusi filsafat politik khususnya di NTT. Nama figur itu adalah Dr. phil. Norbertus Jegalus, MA.

Norbertus Jegalus merupakan dosen tetap pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang (= Seminari St Mikael, Seminari CMF, Biara Hati Terkudus Yesus, dan OCD Kupang) sejak 1991 sampai sekarang.

Di samping itu, ia mengabdi pada Gereja Indonesia di Konfrensi Wali Gereja Indonesia sebagai Badan Pengurus Komisi Komunikasi Sosial di Jakarta sampai sekarang.

BacaLabuan Bajo Buka Destinasi Wisata Rohani, Dibangun Patung Kristus Raja dan Gua Maria

Norbert menyelesaikan pendidikan di SMP dan SMA Seminari Pius XII Kisol dan mendapat gelar Drs. Di STFK Ledalero (1989).

Ia kemudian mendapat kesempatan bea siswa dari Konfrensi Para Uskup Jerman (KAAD) untuk kaderisasi awam Katolik untuk bidang Filsafat Politik dengan gelar MA (Magister Atrium) di Institut Fur Gesselchaftpolitik (2000).

Dari lembaga yang sama, ia meneruskan pendidikan doktoral juga dalam bidang Filsafat Politik pada Geschisterscholl-Institut Fur Politik Wissenschaft, Universitas Munchen (2008).

Selain mengabdikan pada lembaga formasi calon imam Katolik, Pria asal Lembor, Manggarai Barat ini juga mengabdikan diri dalam beberapa kegiatan publik yakni menulis esai filsafat politik populer pada koran, majalah, jurnal ilmiah dan buku. Salah satu bukunya dicetak dalam Bahasa Jerman dan dua lainnya berbahasa Indonesia.

BacaBergabung dalam Partai Bukan Lagi Identitas Katolik, Kata Paus Fransiskus

Ia juga menjadi konsultan ahli untuk beberapa partai lokal di level provinsi NTT yakni Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, PKB dan NasDem dan menjadi pemateri pada Pendidikan dan Pelatihan Pejabat Eselon III pada Badiklat Provinsi NTT bidang materi: Birokrasi dan politik; wawasan kebangsaan dan integritas.

Pria yang berdomisili di Kawasan Oesapa Kota Kupang itu juga menjadi mentor falam pelatihan anggota DPRD se-Indonesia di Kemendagri, Jakarta dalam bidang optimalisasi Legislasi tahun 2012-2013.

Ia juga menjadi narasumber tetap di Kanwil Kementrian Agama sabankali pertemuan antar pemimpin agama dan antar tokoh agama se-NTT.

Sejak 2012, ia aktif memberi ceramah dan seminar di tingkat regional dan nasional tentang Politik, Hukum, Pendidikan dan Kerukunan Agama juga menjadi narasumber dalam pelbagai pertemuan gerejani di tingkat paroki, dekenat, keuskupan se-NTT dan di tingkat Konfrensi Wali Gereja Indonesia.

Selain menjadi “advokad” pikiran publik khususnya dalam perjuangan menegakan kemajemukan, Norbert juga aktif pada beberapa organisasi sosial dan non pemerintahan di antaranya; menjadi Ketua Komisi Indonesia Tengah dan Timur untuk menjaring dan menyeleksi calon beasiswa studi S2 dan S3 di Jerman 2008-2014.

BacaUmat Katolik Tidak Boleh Apatis dengan Politik

Ia juga sempat menjadi Ketua ASA Provinsi NTT, dengan ketua umum di tingkat nasional Jend. Joko Santoso (mantan panglima TNI) dan ketua Ikatan Alumni STFK Ledalero di Kupang.

Selama 3 tahun ia menjadi tutor Sekolah Demokrasi yang digelar Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dalam bidang Demorkasi dan Hak Asasi Manusia. Saat ini, ia menjadi Direktur Institut Pencerahan Masyarakat(IPM) NTT.

Saat ini, ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Bio singkat:

Nama Lengkap: Dr.phil. Norbertus Jegalus, MA Publikasi: Das Verhaltnis von Politik, Religion und Zivilreligion untersucht am Beispiel der Pancasila (Herbert Utz Verlag, Munchen, 2009), Hukum Kata Kerja, Diskursus tentang Hukum Progresif (Penerbit Obor, 2011).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *