VITO.ID–Kesetian sampai kesudahan dan menikahi hanya satu orang adalah syarat mutlak dalam perkawinan Gereja Katolik. Katekismus Gereja Katolik menegaskan persatuan seumur hidup antara pria dan wanita terarah pada kesejahteraan suami-istri, pada kelahiran dan pendidikan anak.

Banyak pasangan terjebak dalam sebuah perkawinan yang salah. Uskup Anselm Umoren, uskup pembantu di Abuja yang mengatakan bahwa banyak anak muda menghabiskan banyak waktu dan sumber daya untuk mempersiapkan pesta pernikahan daripada mematangkan motivasi pernikahan.

BacaMenikalah dengan Orang yang Tepat Biar Tidak Menyesal Kemudian

Menurutnya, upacara pernikahan hanya memakan waktu beberapa jam, tetapi kehidupan setelah pernikahan berakhir ‘sampai maut memisahkan kita’.

Dilansir berbagai sumber, beberapa hal ini perlu diperhatikan sebelum kita memutuskan menikahi seseorang:

1. Definisi hubungan

Jika Anda dengan dia tidak memiliki keputusan masa depan yang sama maka hubungan ini tidak akan nyaman nantinya. Anda harus memiliki tujuan yang sama dengannya dalam menghadapi kehidupan pernikahan seperti berapa jumlah anak yang diinginkan dan sebagainya.

Baca6 Hal yang Harus Dihindari Suami Istri di Media Sosial, Biar Hubungan Tak Hancur

Menurut family terapist yakni Aaron Anderson, orang-orang akan menikah setelah mempertimbangkan banyak alasan. Menikah bukan hanya atas dasar cinta, jadi pastikanlah untuk menikahi pasangan yang memprioritaskan dan menghargai kamu. Karena kamu tidak mungkin selalu menjadi pasangan yang mengerti dan menuruti kemauannya selama sisa hidupmu, bukan?

2. Resolusi konflik

Komunikasi sangatlah penting saat ada poin yang berbeda pandangan. Anda dan dia tidak perlu hanya diam dan menunggu semua mengalir apa adanya. Karena masalah tidak akan terselesaikan. Anda harus melihat apakah dia orang yang tegas dalam hubungan atau tidak saat menghadapi masa

3. Selingkuh

Sebenarnya, perselingkuhan bukanlah suatu hal yang otomatis menghancurkan hubungan asmara kalian. Terlebih jika pasanganmu benar-benar merasa menyesal akan perbuatan yang ia lakukan dan mau menebus kesalahannya tersebut. Sebab, ini adalah pertanda baik.

BacaTak Punya Cincin Kawin, Wanita Itu Gendong Bayinya Mendatangi Pastor

Sebelum memutuskan menikah, cobalah untuk melihat lebih dekat mengenai faktor-faktor yang membuatnya selingkuh. Karena, bisa jadi kesalahan ada pada dirimu. Kurt Smith, seorang terapis mengatakan bahwa ia tidak menyetujui pepatah ‘sekali berbohong, maka akan selalu berbohong’. Sebab, ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengubah perilaku ini agar tidak kembali terulang.

4. Suka Mengatur dan Memiliki Emosi yang Tidak Stabil

Kita semua pasti paham bahwa hari-hari yang kita jalani ada kalanya menyenangkan atau menyebalkan. Saat harimu sedang menyebalkan, mungkin akan terlihat dari raut wajah atau menjadi sangat sensitif.

Namun, apabila pasanganmu lebih sering menghadirkan raut wajah yang murung padahal ia sedang tidak mengalami hari yang berat, cobalah pikirkan kembali tentang hubungan kalian. Apalagi jika pasanganmu sering mengalami ledakan emosi, menunjukkan perilaku narsistik, suka mengatur, dan semacamnya. Sebab, ini adalah masalah yang tidak bisa dianggap sepele.

BacaPaus Fransiskus Soal Pernikahan yang Sulit: Anda Bisa Mengatasinya!

Perilaku seperti ini harus didiskusikan kepada konselor penikahan sebelum kamu menyesali pernikahanmu.

5. Memiliki Rahasia yang Tidak Kamu Ketahui

Saat pasangan pergi dengan mantan pacar, ia pasti akan mengatakan hal bohong kepadamu agar kamu tidak mengetahui hal ini. Kita semua tau bahwa mengakui kesalahan dan berkata jujur tidaklah mudah, padahal kejujuran dan keterbukaan dapat kamu jadikan dasar yang kuat untuk masa depan kalian bersama. Jadi saat menikah, pastikan sudah tidak ada lagi rahasia apapun, baik itu masalah perasaan, pekerjaan, keuangan, dan lain-lain.

BacaPerceraian itu Tak Layak Diberitakan, Kata Paus Fransiskus

6. Kehidupan sosial

Jujur tentang apa yang dia lakukan saat Anda terpisah merupakan alat yang berguna untuk mengukur seperti apa kehidupan yang dia jalani. Apakah Anda bisa bersedia dengan kehidupan sosialnya dengan jangka panjang? Kehidupan sosial perlu Anda ketahui dengan baik sebelum menikah dengannya.

7. Uang

Anda perlu mengetahui apakah pasangan Anda memiliki hutang atau tidak dan juga bagaimana kebiasaannya dalam berbelanja serta menghabiskan uang setiap bulannya. Mungkin saja dia termasuk orang yang boros atau irit. Dan gaji perbulan pasangan Anda sangat perlu untuk diketahui.

8. Kehidupan Seks

Seks bukan hal yang tabu dibahas dari sekarang. Seberapa sering kamu berhubungan intim kedepannya dan juga seberapa sering Anda menginginkan bercinta nantinya.

Jika ini berbeda, Anda perlu melakukan pembahasan dengannya akan hal ini, agar setelah pernikahan tidak terjadi kesalahpahaman dan menyebabkan perceraian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *