Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Kopi panas sudah menjadi senjata ampuh bertahun-tahun untuk mengusir hawa dingin di lembah Pagal, Kecamatan Cibal, 20 kilometer dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebuah lembah yang dikelilingi bukit di segala sisi.

Jika anda bangun subuh benar, kabut akan menutup matahari beberapa saat.

Di lembah yang konon merupakan bekas danau ini terdapat sebuah gereja tua peninggalan Hindia Belanda, juga merupakan bagian dari sejarah misi Gereja Katolik di Manggarai. Bangunan tua, antik dan bersejarah ini dinamakan Gereja Paroki Kristus Raja Pagal, bagian dari Keuskupan Ruteng.

Kabut menutupi Gereja Pagal, Foto: Facebook

Tentang gereja ini, ada kenangan yang tak pernah lepas dari ingatan orang-orang yang lahir, sekolah dan berkarya di ibu kota Kecamatan Cibal tersebut. Lonceng gereja. Setiap pukul 05.00 WITA, petugas koster akan membunyikan lonceng tersebut dan bunyinya terdengar hingga ke bukit-bukit (Golo Kuwu, Golo Cuwing).

Bunyi lonceng membangunkan umat, khususnya anak-anak sekolah dan para guru.

Sebenarnya, ada tiga gereja di Manggarai yang memiliki bangunan serupa yakni, Gereja Paroki Tritutanggal Maha Kudus Ranggu, dan Gereja Paroki St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Lengko Ajang.

Namun demikian hanya Gereja Pagal yang hingga kini masih mempertahankan gaya bangunan. Adapun Gereja Rangga dan Gereja Tentang sudah direnovasi dengan bangunan yang baru.

Sedikit tentang Gereja Lengko Ajang, dalam sejarah katolik di Manggarai, merupakan gereja tertua ke-3 setelah gereja Katedral dan gereja di Reo. Pada Selasa, 27 Desember 2016, gereja ini ditahbis oleh Mgr. Hubertus Leteng Pr (mantan uskup).

Gereja (lama) Paroki St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Lengko Ajang, Foto: Istimewa

Gereja Santa Theresia Lengko Ajang merupakan salah satu gereja tertua di Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur. Dibangun oleh seorang misionaris asal Jerman Wilhelmus Jansen pada 1927, gereja ini hampir mencapai usia yang ke seratus tahun.

Kembali ke Gereja Pagal. Masih mempertahankan bentuk aslinya, gereja ini berciri khas oleh menara di beberapa sisi. Terdapat satu menara utama dan dikelilingi empat menara kecil. Empat menara kecil ini lebih rendah dari menara utama.

Sejak awal berdiri, gereja ini beberapa kali mengalami pemugaran, terutama untuk bagian-bagian yang terkena dampak gempa sekitar tahun 2003 silam.

Penampakan Gereja Pagal dari udara, Foto: Facebook

Gereja ini merupakan salah satu misi parokial Ordo Fratrum Minorum (OFM). Selain misi paroki, lembah Pagal ini dijadikan oleh saudara Fransiskan sebagai tempat postulan bagi para calon biarawan. Letaknya persis berhadapan langsung dengan Gereja Pagal.

Pengaruh misi Fransiskan bagi masyarakat banyak memberikan manfaat. Sebut saja dengan misi ekologi yang dikenal dengan sebutan ekopastoral. Para misionaris Fransiskan melatih masyarakat setempat tentang sistem pertanian organik. Sistem ini sudah berjalan kurang lebih 11 tahun, dan telah membawa masyarakat kembali ke alam (back to nature).

Untuk jadwal Ekaristi, Gereja Pagal membuka pelayanan dua kali setiap hari Minggu yakni pada pukul 06.00 Wita dan pukul 07.30 Wita. Pelayanan juga dibuka untuk misa harian yakni pada pukul 05.30 WIB.

Comments

  1. Luar biasa keinginan dan kemauan umat Katholik Pagal untuk menjaga dan merawat bangunan bersejarah itu. Dari model, bentuk dan konstruksi bangunannya sama seperti Gereja Tua yang ada di Tanjung Selatan Sikka Kecamatan Lela Kabupaten Sikka yang usianya lebih dari 1 abad. Gereja tersebut merupakan peninggalan Portugis. Ada kegiatan Tahunan yang sering dilakukan yakni “LOGU SENHOR” . Dimana umat jalan dibawah petih salib corpus Yesus yang diusung oleh petugas. Prosesi kegiatan ini dilakukan setiap Jum’at Agung den cerimonial penuh hikmat dan sakral. Secara sederhana saya hanya menggambarkan seperti itu. Untuk mengetahui Sejarah Gereja dan Serimonial LOGU SENHOR silakan mengikuti prosesinya selama pekan suci di Gereja Sikka Desa Sikka Kec. Lela Kab. Sikka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *