VITO.ID–Tanggal 25 Agustus 2018, salah seorang teman muda dari Samarinda mengirim pesan melalui WhatsApp kepada saya yang menanyakan kebenaran berita viral dan tersebar di medsos bahwa Paus Emeritus Benediktus XVI mualaf.

Teman saya itu kemudian mengirim screenshoot pesan dari temannya itu kepada saya tulisannya seperti ini, “Alahamdulilah, mantan Paus Vatican, Benedictus mualaf dan menunaikan ibadah haji tahun ini”.

Ternyata, sosok dalam foto tersebut adalah Pangeran Khalid Al-Faisal. Khaled Al-Faisal merupakan Gubernur Mekah, keponakan Raja Arab Saudi ke-tujuh, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Saya lalu menjawab sambil tertawa geli. Hahaha…itu hoaks, beritahu aja sama temanmu itu, “kerjaan dan hobimu sebar hoaks yah”. Dan katakan juga padanya bahwa Katolik tidak pernah terguncang dan terpecah-belah dengan berita yang tidak memiliki sumber berita yang jelas. Ingin memecah belah Katolik dengan berita hoaks apapun tidak akan memecah belah kesatuan Gereja Katolik.

Gereja Katolik memiliki struktur yang jelas terkait pemberitaan dan informasi. Satu komando dalam satu suara terkait apapun yang terjadi di dalam Gereja Katolik selalu mendengarkan dari Vatikan yang kemudian disampaikan ke keuskupan-keuskupan hingga paroki-paroki.

Selama Vatikan tidak pernah memberitakan dan menyampaikan informasi terkait peristiwa dalam lingkup Gereja Universal maka itu adalah hoaks.

Usaha untuk memecah belah Gereja Katolik terus dilakukan. Salah satunya dengan menyampaikan berita hoaks. Usaha mereka adalah untuk memicu kegaduhan di antara umat yang kemudian menimbulkan kebencian antar sesama umat Katolik dan kepada para pemimpin Gereja Katolik.

Mereka memberitakan berita terkait mualaf termasuk berita hoaks tentang Paus Emeritus Benediktus XVI, sebagai usaha membuat kita sakit hati, marah dan membenci. Ini yang harus diingat! Maka ketika menerima berita atau informasi tentang Gereja Katolik yang tidak jelas sumber beritanya langsung didelete dan langsung block si pengirim.

Mereka yang menyebarkan hoaks tentang agama lain “Pertanda bahwa mereka sedang mengalami kegoncangan iman, tidak percaya diri dengan agama sendiri. Sehingga dengan terang-benderang merekapun menodai agama sendiri.”

Pesanku, Jangan nodai agamamu dengan hoaksmu, karena hoaks tak akan pernah mencerai-beraikan kesatuan Gereja Katolik. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *