Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Alvaro, korban ledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur tampak ceria di balik rasa sakit yang dialaminya.

Alvaro sudah melakukan operasi sejak Januari tahun 2017, namun masih ada tiga atau empat kali operasi yang masih harus dijalani Alvaro. Operasi harus dilakukan di Kuala Lumpur lantaran Indonesia tak memiliki teknologi penempelan rambut.

Dalam foto yang dibagikan akun Facebook, Birgaldo Sinaga, tampak Alvaro berpose dengan ibu dan ayahnya. Alvaro tampak masih mengenakan pakaian operasi, di mana kepalanya masih ditempeli perban.

Senyum Alvaro juga serasi dengan senyum orang tuanya.

Momen haru itu membuat warganet menyampaikan dukungan dan doa kepada bocah malang itu.

“Alvaro, papa dan mamamu memang tdk salah memilih nama untukmu,sayang..nama yg sangat memberikan arti yg besar utk kehidupanmu.Tuhan YESUS memberkatimu melebihi berkatnya untuk dunia ini nak. Kami selalu mendoakan utk kesembuhanmu nak, terutama karna nama anak kami jg sama seperti namamu nak,” tulis Yoan Rumengan dalam kolom komentar.

Sementara, akun milik Roselly Nainggolan menulis rasa harunya kepada orang tua yang senantiasa mendampingi Alvaro.

Terharu dengan ketegaran ortu ya ttp masih tersenyum walaupun keadaan ya begini mantap Bu pa,alvaro pasti sembuh dalam nama Yesus.amin

Peristiwa yang menimpa Alvaro terjadi pada Minggu, 13 November 2016. Kala itu, seseorang melemparkan bom molotov di depan Gereja Oikumene. Bom meledak di sela ibadah Minggu.

Terdapat empat orang menjadi korban, seluruhnya adalah balita. Satu korban, Intan Marbun, meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Selain itu ada tiga korban lagi yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *