Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Pengadilan militer Mesir menjatuhkan hukuman mati 17 tersangka yang terlibat dalam pengeboman tiga tempat ibadah umat Kristen pada 2016 dan 2017. Mesir juga telah menjatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 19 tersangka pengeboman gereja dan 10 tersangka lainnya dengan hukuman 10 tahun dan 15 tahun penjara.

Dikutip dari aljazeera.com pada Jumat, 12 Oktober 2018, ISIS atau kelompok Negara Islam Irak-Suriah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menargetkan tiga gereja pada April 2016 dan Desember 2017 yang menewaskan puluhan orang.

Tempat ibadah umat Kristen di penjuru Mesir sering menjadi incaran serangan bom yang diklaim dilakukan oleh ISIS. Kondisi ini telah membuat otoritas berwenang memberlakukan status gawat darurat.

Berdasarkan tulisan Tempo.co, lembaga riset Open Doors dikutip Tempdari express.co.uk pada Januari 2018 meriset negara-negara yang tidak aman umat Kristen, berikut diantaranya :

1. Korea Utara

Negara ini dinobatkan sebagai negara paling berbahaya di dunia untuk umat Kristen oleh Open Doors. Korea Utara telah menduduki daftar tahunan Open Doors sebagai negara paling berbahaya dari negara-negara lain selama 16 tahun terakhir, menggantikan Arab Saudi dan Somalia, dua negara yang telah menduduki peringkat pertama selama 26 tahun sejak Open Doors melakukan riset.

“Korea Utara tetap menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi pemeluk agama Kristen. Mereka dipaksa untuk beribadah secara bersembunyi – jika mereka ditemukan, mereka akan dibawa ke kamp kerja paksa,” tulis Open Doors.

2. Mesir

Mesir adalah negara yang dengan cepat naik dalam daftar karena ancaman kekerasan, kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, keadaan nasional, dan kehidupan gereja. Negara ini berada di peringkat ke-17 negara yang berbahaya bagi umat Kristen setelah pada 2017 banyak kekerasan dan serangan mengancam umat Kristen.

“Pada 2017 ada beberapa insiden kekerasan yang mengerikan di seluruh Mesir, diantaranya pada saat Paskah, 49 orang terbunuh dalam dua pemboman gereja dan pada Mei ekstremis menyerang orang-orang yang bepergian ke sebuah biara di Mesir Hulu – menewaskan 29 orang,” tulis Open Doors.

Direktur Eksekutif Open Doors, Lisa Pearce, mengatakan umat Kristen di Mesir menghadapi rentetan diskriminasi dan intimidasi. Kendati demikian, mereka menolak untuk melepaskan keyakinan mereka.

“Di Mesir, seperti di banyak negara Timur Tengah lainnya, agama seseorang akan dinyatakan di kartu identitas. Ini membuat diskriminasi dan penganiayaan menjadi mudah – seseorang diabaikan untuk pekerjaan, izin perencanaan sulit diperoleh dan mereka adalah target ketika berusaha untuk pergi ke gereja,” ujarnya.

3. Turki

Turki juga dipilih sebagai tempat paling berbahaya untuk umat Kristen. Berbatasan dengan Eropa, negara ini menempati peringkat ke-31 setelah dalam setahun ditandai oleh penindasan hak-hak sipil.

“Kekerasan yang dilakukan oleh ekstrimis telah meningkatkan tingkat ketakutan dan intimidasi serta banyaknya teroris yang diusir dari Irak dan Suriah telah meningkatkan ancaman di Mesir dan Turki. Turki tidak masuk Daftar Open Doors World Watch pada 2014, tapi kemudian masuk pada tahun 2015 di peringkat 41, dan pada 2018 berada di peringkat 31 dengan peningkatan 10 poin dikarenakan penganiayaan,” tulis Open Doors.

4. Nigeria

Afrika juga disoroti karena meningkatnya ancaman ekstremisme Islam di daerah-daerah, dengan orang Kristen di Nigeria terancam oleh tingkat ekstrim dari kekerasan.

“Ekstremis membunuh lebih dari 2.000 orang Kristen pada tahun lalu. Lebih dari 500 perempuan diperkosa atau mengalami pelecehan seksual. Pemerkosaan digunakan sebagai senjata perang oleh ekstrimis Islam di Nigeria Utara,” tulis Open Doors.

Negara-negara tak aman bagi umat Kristen yang ada di daftar teratas berada di Timur Tengah atau Afrika Utara, termasuk Afghanistan, Pakistan, Libya, Irak, Yaman dan Iran. Somalia, Sudan, Eritrea dan India juga memenuhi urutan 10 besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *