Pemakaman katolik di Yerusalem, Foto: Tempo.co

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Sebanyak 30 batu nisan telah dihancurkan oleh orang tak dikenal di sebuah pemakaman Katolik yang terletak sekitar 30 kilometer dari Yerusalem. Aksi vandalisme ini diduga untuk menurunkan simbol salib pada makam-makam tersebut.

Seorang pemuka agama setempat menyebut hal ini sebagai penghinaan yang disengaja. Kepolisian Yerusalem pun segera melakukan penyelidikan, dimana tindak perusakan ini diduga dilakukan atas dasar kebencian.

Para pelaku perusakan merobohkan batu-batu nisan berbentuk salib yang menandai puluhan kuburan di area pemakaman Biara Beit Jamal. Kerusakan itu ditemukan oleh para biarawan yang mengunjungi kuburan ini beberapa hari sekali. Mereka sangat yakin insiden ini bukan hanya tindakan vandalisme atau perbuatan merusak.

“Mereka ingin menghancurkan, untuk menurunkan simbol salib,” kata Pastor Antonio Scodo mengutip Tempo.co, yang bertanggung jawab atas pemeliharaan pemakaman. Insiden itu adalah tindakan penodaan.

Kepolisian mengatakan tindakan vandalisme ini kemungkinan telah dilakukan beberapa pekan lalu. Hingga Jumat, 19 Oktober 2018, belum ada satu pun tersangka yang ditangkap.

Insiden ini segera menarik perhatian kelompok aktivis lokal, pejabat Israel dan sejumlah negara di dunia. Kementerian Luar Negeri Israel mengutuk insiden itu.

“Insiden di pemakaman ini adalah tindakan tercela. Israel berkomitmen memerangi segala bentuk kebencian dan intoleransi terhadap semua agama,” kata Juru bicara kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon.

Kedutaan Italia di Israel menyatakan terkejut dan sedih oleh insiden itu dan menyerukan tindakan saling menghormati antar agama. Kedutaan Polandia mengecam dan menyebut tindakan ini adalah vandalisme anti-Kristen yang tak masuk akal. Konsulat Polandia di ibu kota Tel Aviv, Israel telah melakukan intervensi terkait kejadian ini.

Sementara itu, juru bicara Patriarkat Latin di Yerusalem, Wadie Abunassar, pesimis penyelidikan atas kasus ini akan berhasil. Sebab kasus vandalisme sebelumnya terhadap biara gagal terungkap.

Biara Beit Jamal, terletak di area komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, Beit Shemesh, Israel. Kawasan ini sering dikunjungi turis untuk membeli keramik buatan tangan, madu dan minyak zaitun.

Biara ini berulang kali menjadi sasaran kebencian dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2013, beberapa orang melemparkan bom api di fasilitas umum biara dan mencoret dengan tulisan label harga.

Pada Januari 2016, puluhan salib di pemakaman Biara Beit Jamal digulingkan, di tengah-tengah gelombang serangan terhadap warga Palestina dan Arab Israel. Pada September 2017, beberapa pengacau menghancurkan patung Bunda Maria, merusak perabotan dan memecahkan beberapa jendela kaca patri di dalam cagar Biara Beit Jamal. Investigasi atas semua insiden ini, tidak membuahkan hasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *