Hujan di Jakarta, Foto: Suara Pembaruan

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Ini hujan pertama di Jakarta, dan aku tak memiliki apa-apa. Selembar buku lusuh. Buku doa. Hanya itu yang kubunggakan. Setidaknya aku masih memiliki Tuhan, dan aku tidak kehilangan apa-apa.

Mengapa harus takut untuk sebuah kehilangan dan kegagalan? Tapi realitanya kita terdesak oleh kebutuhan di depan mata. Aku sudah menghubungi semua rekan-rekan, termasuk mereka yang pernah kubantu. Itu sama saja. Masalah semakin rumit. Pikiran bertubi-tubi seperti berton-ton batu jatuh di kepala. Doa juga kadang seperti tak ada gunanya. Tuhan seperti jauh.

Tapi inilah yang kupelajari. Aku belajar untuk menerima semua ini. Belajar untuk gagal, lemah, tak berdaya hingga diabaikan. Dia pun mengalami hal ini, bahkan lebih. Tapi siapa aku?

Inilah yang kutemukan dalam buku lusuh itu: Ia tak sekalipun meninggalkan kita. Percayalah, doa itu bukan soal meminta. Doa adalah kepasrahan. Biarkan Dia berkarya dan memberikan yang terbaik.

Dari seseorang yang tak mau disebutkan namanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *