Kaum Pria di Stasi Oenali Paroki Lurasik bawakan koor, Foto: Vito.id

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Puluhan pria berbusana adat Timor membawakan koor di gereja Stasi Oenali, Paroki Lurasik, Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 28 Oktober 2018 kemarin. Ini merupakan buah positif setelah pastor paroki Romo Yohanes Oki, Pr dan rekannya, Romo Yudha Permana, Pr melakukan pendekatan agar kaum pria di paroki ini aktif dalam kegiatan gereja.

Romo Yudha mengatakan, selama ini keterlibatan para lelaki dalam koor gereja sangat minim. Berbeda dengan kegiatan adat atau lainnya, kaum pria sangat aktif.

“Jadi awalnya saya lihat keterlibatan bapak-bapak atau laki-laki pada umumnya dalam koor lingkungan sangat minim. Makanya saya buat kebijakan, bapak-bapak sendirian yang koor,” ujar Romo Yudha kepada Vito.id, Selasa, 30 Oktober 2018.

BACAKebiasaan Unik Umat Nasrani Alor Jaga Toleransi

Menurut Romo Yudha, menggerakan kaum pria dalam kegiatan gereja memang perlu pendekatan khusus dan esktra sabar. Mereka akhirnya tergerak hati setelah mendapat penjelasan berulang-ulang.

“Saya bilang kalau bapak-bapak tidak taat, mau taat dengan siapa lagi dalam hal iman” katanya sedikit berseloroh.

Menurut Romo Yudha, ‘barisan bapak-bapak’ ini sudah tiga kali membawakan koor hari Minggu di gereja Stasi Oenali, yakni dari Lingkungan Sapean (A dan B) pada 14 Oktober 2018; dari Lingkungan Neofmuti (A dan B) pada 21 Oktober 2018; dan Lingkungan Oenali (A, B, dan C) pada 28 Oktober 2018.

“Koor bapak-bapak ini memang baru dilakukan di Stasi Oenali. Kami akan menerapkan hal yang sama di stasi lainnya di Paroki Lurasik,” tegasnya.

BACAPemakaman Katolik di Yerusalem Dihancurkan, Diduga Menurunkan Simbol Salib

Sekedar informasi, Paroki Lurasik terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan jarak kurang lebih 70 kilometer dari Kefa, ibukota TTU. Menurut Romo Yudha, umat di Stasi Oenali pada umumnya bertani dan berladang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *