Bernadet Tjia, Foto: Vito.id

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Oktorian Tama, kuasa hukum Bernadet Tjia Sioe Hia Nio (74), seorang janda purnawiraman TNI AD mempertanyakan keseriusan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakarta Utara dan SAtpol PP Jakarta Utara untuk membongkar lantai 3 dan 4 rumah milik tetangganya berinisial FK di Jalan Ampera IV No. 20, Pademangan, Jakarta Utara.

Rumah Lantai 3 dan 4 rumah milik FK diduga melangar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan rekomendasi pembongkaran dari lembaga Ombudsman telah keluar pada bulan Juli 2018 lalu.

Bernadet sendiri telah membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya dengan bukti laporan LP/3548/VII/2017/Dit. Reskrimum tertanggal 28 Juli 2017 yang kemudian diliampahkan ke Polres Jakarta Utara. Bernadet melaporkan FK dengan tuduhan melakukan pengerusakan sebab bangunan 4 lantai milik tetangganya itu membuat seisi rumahnya mengalami keretakan parah. Namun hingga kini tahap penanganan masih di tingkat penyelidikan.

“Rekomendasi Ombudsman itu keluar Juli 2018. Sekarang sudah bulan november, empat bulan sudah berlalu, apa selama itu untuk membongkar?” kata Okto di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

BACA JUGA: Derita Bernadet Tjia,  2 Tahun Tersandera Rumah Berlantai Empat

Rumah Bernadet Tjia tahun 2016 sebelum rumah FK dibangun, Foto: Ist/Vito.id
Rumah Bernadet tahun 2016 sebelum rumah FK dibangun, Foto: Ist/Vito.id

Okto menilai ada ketidakadilan yang dialami kliennya. Sebab Sudin Citata Jakut bersama Satpol PP Pademangan pada hari ini, Rabu, 7 November 2018 melakukan pembongkaran terhadap dua lantai rumah milik Tjan Aa (66), diduga karena melanggar IMB. Padahal, seingat Okto jadwal pembongkaran terhadap lantai 3 dan 4 milik FK lebih dahulu keluar sebelum rumah milik Tjan Aa. Diketahui, Tjan Aa sendiri bersengketa dengan A, adik FK.

“Pembongkaran rumah milik Tjan Aa hari ini saya rasa ada keberpihakan pihak Sudin Citata plus Satpol PP Pademangan karena jadwal pembongkaran itu seharusnya terhadap rumah FK duluan. Ini kenapa sebelahnya duluan!” ujarnya.

Bagi Okto, penguluran waktu pembongkaran lantai 3 dan 4 milik FK merupakan bagian dari skenario pihak tertentu untuk meloloskan perizinan IMB lantai 3 milik FK.

“Jadi keberpihakan ini saya melihat seperti ada arahan dari oknum tertenyu untuk si FK agar mengurus izin yang baru untuk lantai 3. Sehingga yang dibongkar lantai 4 saja nantinya,” pungkas Okto.

BACA JUGA: Suami Wanita Kristen Pakistan Dipidana Mati Kasus Noda Agama Minta Suaka

Salah seorang petugas Sudin Citata yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa rencana pembongkaran rumah milik FK sudah ada. Hanya saja, kata dia, pihaknya belum melayangkan surat pemberitahuan kepada FK dan Bernadet untuk melakukan pembongkaran.

“Ini kesalahan kami, kami belum mengirim surat pembongkaran,” katanya.

Petugas Satpol PP Pademangan membongkar lantai 3 rumah milik Tjan Aa, Foto: Vito.id
Petugas Satpol PP Pademangan membongkar lantai 3 rumah milik Tjan Aa, Foto: Vito.id

Sengketa Bernadet dan FK terjadi sejak 2016 lalu ketika FK membangun rumah 4 lantai di sebelahnya. Menurut Okto, pembangunan rumah FK sendiri berimbas pada retaknya dinding rumah milik kliennya. Pasalnya, kata Okto, rumah Bernadet rusak lantaran tidak kuat menampung beban bangunan rumah milik FK. Pada tahun 2016 lalu, keretakan masih sedikit dan relatif kecil. Seiring waktu, rumah kliennya malah makin mengalami kerusakan parah.

Selain itu, kata Okto, pembangunan rumah FK dilakukan menggunakan sekitar 14 centimeter rumah milik kliennya. Padahal sejak awal Bernadet sudah mempertingati FK agar membangun rumah dengan menggunakan dinding baru agar tidak berimbas pada rumahnya yang kini retak di mana-mana.

“Kasihan bangunan milik si oma (Bernadet), takutnya roboh pula nanti,” tutup Okto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *