Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan meminta gereja untuk fokus dalam misi utama menjadi terang dan garam dunia dengan tidak dijadikan arena untuk berpolitik praktis. Dia mengecam jika mimbar gereja dijadikan podium untuk berpolitik hingga mempengaruhi sikap umat.

“Jangan menjadikan mimbar gereja untuk kegiatan politik praktis,” kata Luhut saat menyampaikan materi seminar nasional berjudul “Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Damai”, di GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018.

Luhut berbicara dalam acara yang diadakan dalam rangka memperingati HUT GPIB ke-70. Dia mengakui pernah menghadiri gereja yang pendetanya mengarahkan pilihan politik jemaatnya dan langsung menegur yang bersangkutan usai khotbah.

Dia tidak memperkarakan jika ada individu-individu di gereja yang terlibat politik praktis atau berstatus politisi, namun jangan sampai mengorbankan gereja demi meraih suara.

“Gereja harus bicara benar. Jangan membuat pernyataan yang membuat reputasi gereja di mata jemaat terpuruk,” ucapnya.

Dia menantang gereja untuk menyikapi perkembangan dunia digital, yang menurutnya pada 2029 mendatang, terdapat kemungkinan manusia berkreasi dengan menciptakan robot pintar yang tak kalah dari manusia.

“Kalau manusia membuat robot yang lebih pintar dari manusia, lalu Tuhan bagaimana ?,” ujar Luhut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *