Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Seluruh civitas akademik Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Sikka, NTT menyambut baik dan mendukung moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT yang dilakukan Gubernur NTT,  Viktor B Laiskodat.

Kebijakan Viktor itu diharapkan dapat menghentikan kasus perdagangan  manusia yang kerap menjadikan  TKI  sebagai modus operandinya.

Hal tersebut disampaikan pembina  Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende,  Pater Lukas Jua,  SVD dalam  pembukaan kuliah umum Gubernur NTT di Aula St.Thomas Aquinas STFK Ledalero, Sabtu, 24 November 2018.

Pater Lukas menyodorkan dua masalah pokok  menantang  di NTT selain humman  trafficking  yakni  HIV/Aids. Menurutnya, pemerintah NTT dalam kepemimpinan yang baru  telah  tegas melakukan moratorium TKI.

“Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kami akan teruskan. Saat ini  kami sedangkan lakukan  penelitian migran di lima kabupaten. Hasil  ritset  akan dilokakaryakan menjadi dasar pijak pengambilan keputusan,” ujar Pater Lukas, seperti dikutip Tribunews.com.

Pater Lukas juga menyoroti mutu pendidikan NTT yang tak pernah beranjak dari peringkat  10 besar terbawa  Indonesia. Literasi di NTT berada  di  peringkat terbelakang dari provinsi lain di Indonesia. Demikian juga infrastruktur  jalan dan jembatan membuat aksesibilitas antar daerah menjadi  rendah dan tingginya kasus korupsi menempatkan NTT pada urutan atas.

“Pertanyaan apakah agama masih  relevan ketika kasus korupsi makin  tinggi. Di Eropa, perkembangan agama kurang baik, tetapi standar kehidupan Eropa lebih baik,” ujar Pater Lukas.

Mutu pendidikan rendah, kata Pater  Lukas, tidak mampu menghasilkan tamatan yang mempunyai semangat wirausaha. Menurut dia, ribuan peserta tidak lulus ujian CPNS baru-baru ini merupakan salah satu indikator mutu pendidikan rendah di NTT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *