Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, Foto: Mirifica.net

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Sukacita mendalam dirasakan umat Katolik di Keuskupan Pangkalpinang. Pasalnya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) menetapkan Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM sebagai profesor di bidang ilmu teologi.

Profesor merupakan jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor. Profesor mempunyai kewajiban khusus menulis buku dan karya ilmiah serta menyebar luaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat.

BACA JUGA: Sinode Uskup di Vatikan: Peran Perempuan dalam Gereja Bakal Diperluas

Mgr Adrianus Sunarko merupakan lulusan S-3 Universitas Albert Ludwig, Freiburg, Jerman. Penetapan jabatan profesor ini berdasarkan surat bernomor 49862/A2.3/KP/2018, tentang Kenaikan Jabatan Akademik/ Fungsional Dosen Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Keputusan yang ditandatangani Mohamad Nasir selaku Menristek Dikti itu berlaku, terhitung mulai berlaku 1 September 2018.

“Menetapkan, nama Dr. Adrianus Sunarko, Lic.Theol dinaikkan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teologi, dengan angka kredit sebesar 851,50 dari 850 yang disyaratkan, dengan unit kerja di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta,” demikian bunyi surat putusan Menristek Dikti.

Jabatan profesor setelah dosen melalui tahap pencapaian angka kredit yang sudah ditentukan sesuai nilai kum yang diperoleh secara berjenjang dari jabatan fungsional akademik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Profesor/Guru Besar (Nilai Kum Minimal 850).

BACA JUGABerprestasi, 2 Dosen Universitas Katolik Diganjar Penghargaan

Pengangkatan Monsegniur Adrianus Sunarko OFM sebagai Guru Besar menyusul dua uskup lainnya yang juga telah menerima gelar serupa yakni Uskup Agung Jakarta, Mgr. Prof. Dr. Ignatius Suharyo Hardjoatmojo, Pr dan Uskup Malang, Mgr. Prof. Dr. Hendrikus Pidyarto Gunawan, O. Carm.

Dilansir laman Lipi.go.id, berdasarkan UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, universitas, institut, atau sekolah tinggi dapat mengangkat Guru Besar atau Profesor. Seorang dapat diangkat dalam jabatan akademik profesor adalah dosen yang memiliki kualifikasi doktor (UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *