Thabisan imam baru di Gereja Katolik Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, Foto: Vito.id

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Dua imam baru, Diakon Beneddictus I Wayan Rico Yusadi dan Diakon Martinus Tamo Ama ditahbiskan menjadi imam baru di Gereja Katolik Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, Minggu, 26 November 2018.

Uskup Keuskupan Denpasar, Mgr Dr Silvester San yang memimpin jalannya prosesi pentahbisan, disambut antusias umat yang sebelumnya telah menunggu lama acara tersebut. Bagaimana tidak, acara seperti ini terakhir kali terjadi 21 tahun lalu.

“Kita sangat bersyukur, selama 21 tahun lamanya akhirnya kita memiliki imam baru. Kita sangat gembira. Apalagi di tengah tawaran dunia yang begitu memikat, ada orang yang mau jadi imam, mau hidup suci, hidup kudus dan melayani orang banyak,” katanya.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dalam sambutannya juga mengatakan ikut senang masih ada orang yang mau mengabdikan dirinya kepada Tuhan dan menjadi pelayan Tuhan maupun masyarakat.

“Saya ikut senang dengan pentahbisan ini, apalagi ini sangat istimewa dan lebih membanggakan lagi bahwa ada Krama Badung asli yang berasal dari Tuka, yaitu Romo Rico. Artinya kami memiliki sumber daya manusia baru dalam melaksanakan pelayanannya kepada msyarakat,” ujarnya.

Dua imam baru RD Beneddictus I Wayan Rico Yusadi kelahiran Tuka, 28 Oktober 1990 dengan moto ‘Ya Tuhan Engkau tahu, aku sungguh mencintaimu (Yoh.21:15)’.

Selanjutnya, RD Martinus Tamo Ama kelahiran Waingapu, 25 Maret 1987 dengan moto ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Mat 11:28)’.

Walaupun pentahbisan dalam kondisi hujan, namun kekhidmatan jalannya prosesi sakral bagi umat Katolik ini tetap berjalan dengan lancar.

Prosesi pentahbisan imam dimulai dengan sambutan tari tradisional Bali, Puja Pangayubagia yang diiringi musik dari Tabuh Baleganjur dari Orang Muda Katolik Gereja Katolik Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka.

Ketua Panitia Pentahbisan Imam Baru, Paulus I Ketut Dongker berharap dengan adanya imam baru ini bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa memberikan pelayanan masyarakat.

“Semoga Imam yang baru habis ditahbisan ini bisa menjalankan tugas imamat dengan baik, pelayan masyarakat dan juga umat masyarakat bisa mendukung dia agar bisa menjalankan imamnya dengan baik,” ujarnya.

Ketut Dongker menambahkan, imamat yang masih terbilang muda ini masih banyak tantangannya sehingga harus didukung oleh para jemaat selama menjalankan tugas.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa menjadi imamat gereja harus memiliki kaul seperti ketaatan, kaul kemiskinan dan selibat atau tidak menikah selama menjadi imamat.

“Pentahbisan yang diberikan kepada Bapak Rico dan Bapak Martinus di Gereja Katolik Paroki Tritunggal Mahakudus TukaDalung, yang menjadikan mereka Kristus atau menjadi Kepala Gereja dan Imam Agung. Serta menganugrahkan mereka kuasa, sebagai asisten uskup dalam merayakan sakramen-sakramen liturgi atau peribadatan kepada Allah dan pelaksanaan kasih,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *