Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendorong umat Katolik untuk membangun kapel mereka sendiri, daripada menghadiri gereja-gereja Katolik.

“Ketika seseorang dibaptis, Anda harus membayar … ketika seseorang meninggal, Anda harus membayar,” ujar Presiden Rodrigo Duterte mengatakan dalam sebuah pidato 26 November.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam pembukaan proyek persediaan air di kota Davao, di mana Duterte pernah jadi wali kota di sana pada periode 1998-2016. Presiden yang akrab disapa Digong itu mengatakan, setiap warga Filipina seharusnya membangun kapel untuk berdoa di rumah mereka sendiri.

“Bangun kapel Anda sendiri di rumah Anda sendiri dan berdoalah di sana. Anda tidak harus pergi ke gereja untuk membayar para idiot ini, ” tambahnya, menurut Rappler.

BACA JUGA: Presiden Duterte Sebut Tuhan Bodoh, Uskup Filipina Serukan Puasa 3 Hari

Meskipun presiden negara yang didominasi Katolik, Duterte kerap mengkritik Gereja Katolik. Pada Hari Semua Orang Suci, 1 November, dia mengatakan dengan nada canda jika orang-orang Kristen harus memajang fotonya di altar Gereja alih-alih penggambaran orang-orang suci “pemabuk”.

“Siapa orang-orang kudus yang bodoh itu? Mereka hanya pemabuk, ” kata Duterte menurut The Philippine Star.

“Tetaplah bersamaku. Saya akan memberi Anda satu santo pelindung sehingga Anda dapat berhenti mencari. Dapatkan foto saya dan letakkan di atas altar – Santo Rodrigo,” katanya.

Duterte hubungan buruk dengan para uskup Katolik gara-gara mengkritik eksekusi mati pengedar narkoba dan menyatakan kekhawatiran atas pembunuhan tiga imam dalam serangan senjata berani dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: Presiden Filipina Duterte Janji Undur Diri Jika Ada yang Buktikan Keberadaan Tuhan

Dalam pidato-pidato yang disiarkan televisi, pemimpin berusia 73 tahun itu sering mengecam para uskup Katolik, mengingat laporan pelanggaran seksual yang dilakukan oleh anggota imam, termasuk seorang imam Yesuit asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *