Pasangan nikah jalani pemberkatan di Katedral Jakarta sat Reuni 212 berlangsung, Foto: Rmol.co

VITO.ID–Reuni akbar 212 berbarengan dengan pelaksanaan pemberkatan pernikahan satu pasangan pengantin di Gereja Katedral Jakarta. Namun, pemberkatan tersebut berlangsung seperti biasa saja, tanpa kendala berarti.

“Pemberkatan tetap jalan. Enggak ada kendala, walau ada aksi reuni 212,” kata Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Samuel Pangestu, Minggu (2/12).

Berdasarkan pantauan, pasangan pengantin tersebut telah tiba di gereja yang letaknya berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Tidak ada pengamanan khusus di sekitar Gereja Katedral. Meski kawasan ini juga dipadati massa reuni 212.

Dan pasangan pengantin tersebut melakukan pemberkatan sesuai jadwal ibadah yakni dimulai pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA: Gereja Katerdal Jakarta Dukung Reuni 212 dalam Doa

Samuel juga mengatakan, hal serupa juga pernah terjadi pada saat reuni 212 tahun 2017, di mana ada empat pasangan yang melangsungkan pernikahan dengan hikmat dan aman.

“Mereka juga lakukan ibadah dengan hikmat,” ujar Samuel.

Pelaksaan Reuni 212 mendapat apresiasi positif dari kepolisian. Ini membuktikan bahwa masyarakat semakin sadar akan tanggung jawab kemanan.

Hal tersebut diucapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Ia mengapresiasi pelaksanaan Reuni Akbar 212 yang berlangsung aman dan tertib.

“Sangat kondusif. Ini merupakan keberhasilan kerja sama Polri dan TNI yang mengamankan kegiatan tersebut, sehingga berjalan sangat kondusif,” kata Brigjen Dedi saat dihubungi Antara, pada Minggu (2/12/2018).

BACA JUGA: Uskup Pangkalpinang Mgr Adrianus Sunarko Ditetapkan Jadi Profesor

Ia menambahkan, situasi kondusif ini juga tidak lepas dari peran para peserta Reuni Akbar 212 yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara.

“Masyarakat semakin sadar dan cerdas bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Para peserta Reuni Akbar 212 mulai meninggalkan Lapangan Monumen Nasional dan berjalan kaki menuju stasiun kereta terdekat seperti Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Gondangdia.

Para peserta banyak yang berjalan kaki menuju stasiun karena belum ada angkutan umum maupun transportasi daring yang melintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *