Gereja tua di Yerusalem (AFP)

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Gereja tua di selatan Yerusalem ini dibangun di atas sebuah gua. Bukan gua sembarang gua, tapi gua bernama Grotto of Navity yang diyakini sebagai tempat Bunda Maria melahirkan Yesus Kristus.

Maka sudah pasti Church of Nativity di Betlehem ini sangat besar artinya bagi umat Nasrani. Konon gereja yang dibangun atas perintah Santa Helena -ibunda Kaisar Consstantine I- pada 327 hingga 333 Masehi ini merupakan tertua di muka bumi.

Arsitektur Gereja Kelahiran Yesus

Bentuk gereja yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tersebut menyerupai tembok benteng. Gereja dikelilingi oleh biara Orthodox, Armain dan Katolik Roma.

Pintu masuk gereja terbuat dari batu dan sangat kecil. Konon, pintu kecil tersebut sengaja dibuat agar para pengunjung membungkukkan diri yang merupakan simbol penghormatan, kerendahan hati dan tanggalnya atribut duniawi.

Sumber lain menyebut bahwa bentuk pintu yang sangat kecil tersebut sengaja dibuat untuk menghalangai para perampok. Termasuk pasukan berkuda dalam Perang Salib yang berniat merusak interior gereja.

Pemandangan interior gereja didominasi dereten pilar di kiri-kanan lorong utama dan berakhir di depan ruang altar. Semua ornamen pilar-pilar itu serba warna emas. Perlu waktu lama untuk merestorasi dan mempertahankan keutuhan gereja.

Keindahan Tersembunyi Gereja Kelahiran Yesus

Daya tarik utama Church of Nativity adalah deretan ikonografi yang bertebaran di dinding. Setelah sekian abad lamanya nyaris tak tersentuh, sejak setahun lalu sekelompok tim ahli melakukan restorasi untuk mengembalikan kemegahan dan keindahannya.

Para ahli bekerja keras membersihkan sekaligus memperbaiki fragmen yang masih utuh dari karya agung dari abad ke-12 ini. Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk merestorasi deretan ikonografi seluas 125 meter persegi dari total 2.000 meter persegi yang terbuat dari emas dan kaca itu kembali berkilau.

Sayangnya sisa ikonografi lain rusak akibat perang, gempa bumi dan suhu lembab. Untungnya masih ada beberapa puing-puing ikonografi yang berhasil dipulihkan bisa dinikmati jemaat dari berbagai negara pada Natal tahun ini.

Pada bagian tengah terdapat ikonografi tujuh malaikat berbingkai emas di atas hamparan rumput hijau. Setiap ikonografi malaikat berada di antara jendela yang melambangkan cahaya Sang Ilahi.

“Ikonografi ini terbuat dari lapisan emas yang ditempelkan di antara dua piringan kaca besar. Hanya wajah dan anggota badan yang digambar dengan batu-batu kecil,” ujar Marcello Piacenti, pengawas proyek dari sebuah perusahaan restorasi di Italia, sebagaimana dilansir AFP.

Satu dari tujuh ikonografi malaikat tersebut, hancur sebagiannya. Tim ahli dari Italia bekerja keras merekontruksi bagian yang hancur tersebut menggunakan material berbeda dari aslinya. Sengaja tidak memakai material yang sama dengan maksud tidak menyesatkan para arkeolog penelitinya kelak.

Keindahan lainnya berada di tempat paduan suara gereja. Dari situ bisa dilihat gambar Santo Thomas yang menempelkan jarinya ke bekas luka Kristus setelah penyaliban. Di ikonografi lainnya, terdapat gambar Yesus memasuki Kota Jerusalem dengan aura penuh kemenangan dalam memperingati Minggu Palma.

Karya lain adalah hasil seni sumbangan peziarah yang menugaskan kelompok seniman melukis orang-orang kudus. Selanjutnya, lukisan orang-orang kudus itu kemudian dipajang di tempat suci.

 

Sumber: Medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *