Migran di Perbatasan Meksiko (VOA Indonesia)

Magna vis Fidelitatis

VITO.ID–Para petugas perbatasaan Amerika Serikat menembakkan gas air mata ke wilayah Meksiko pada Selasa pagi (1/1) untuk mencegah sekelompok migran menyeberang dari Tijuana. Seorang pejabat menyebut kelompok migran tersebut sebagai “gerombolan pelaku kekerasan”.

Kabut gas dapat terlihat melayang dari sekitar pagar di perbatasan itu. Seorang migran mengambil selongsong peluru dan melemparkannya kembali ke wilayah AS.

Dilansir VOAIndonesia.com, beberapa ratus migran Amerika Tengah, Rabu (14/11) tiba di kota Tijuana, di perbatasan Meksiko dengan Amerika setelah selama sebulan melakukan perjalanan untuk meninggalkan kemiskinan dan kekerasan di negara mereka dengan harapan memasuki Amerika Serikat.

Sekitar 800 migran kini berada di Tijuana, dan banyak yang mengatakan mereka akan tinggal di sana dan menunggu anggota karavan lainnya tiba. Mereka juga menunggu nasihat para pemimpin karavan tentang pilihan terbaik yang mesti mereka ambil untuk mencari suaka di Amerika.

Sebagian besar kelompok migran yang berjumlah sekitar 4.000 berasal dari Honduras itu sedang menuju negara bagian Sonora di Meksiko dan diperkirakan akan tiba di Tijuana dalam beberapa hari.

Para pejabat AS mengatakan kelompok itu telah menyerang para petugas dengan sejumlah proyektil, tetapi seorang saksi mata Reuters tidak melihat seorang migran pun melempar bebatuan ke arah para petugas tersebut.

Tijuana telah menjadi isu panas dalam perdebatan mengenai kebijakan imigrasi AS, yang suhunya naik setelah kematian dua anak migran di dalam rumah tahanan Amerika dan penutupan operasi sebagian pemerintah AS terkait tuntutan Presiden Donald Trump untuk mendanai pembangunan tembok senilai 5 miliar dolar AS di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Pada November, satu insiden terjadi ketika petugas-petugas AS menembakkan gas air mata ke wilayah Meksiko untuk membubarkan para migran. Kejadian itu memicu pemerintah Meksiko menyerukan agar investigasi digelar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco mengatakan pemerintah “menyesalkan peristiwa-peristiwa” di perbatasan itu.

Menurut dia, Meksiko “menghormati hak asasi manusia, keamanan dan integritas para migran, dan menyerukan agar hukum di kedua sisi perbatasan itu dihormati.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *